Berapa Biaya Nyata Volunteering Lokal di Indonesia?
Biaya volunteering lokal di Indonesia berkisar dari gratis dengan uang saku Rp65 ribu per hari, sampai program swadana yang mewajibkan registration fee jutaan rupiah, tergantung skema penyelenggara.
Pertanyaan
paling sering muncul soal volunteering itu simpel: apakah saya dibayar atau
justru harus bayar? Jawabannya, dua-duanya ada. Sudah saya singgung sekilas di panduan
wisata sambil jadi volunteer di Indonesia, tapi sekarang saatnya bedah
tuntas angka realnya.
Program Volunteer Mana
yang Justru Memberi Uang Saku?
Ada
beberapa program pemerintah dan lembaga sosial yang justru membayar relawannya.
Berikut rinciannya:
- Makan Bergizi Gratis (MBG) /
SPPG - honor
Rp90 ribu sampai Rp150 ribu per hari tergantung wilayah. Tenaga dapur
sekolah biasa dapat sekitar Rp90 ribu per hari, sementara posisi
penanggung jawab di daerah biaya hidup tinggi seperti Bintan bisa sampai
Rp150 ribu.
- BAZNAS Jawa Timur - relawan harian dapat uang
transport Rp50 ribu plus uang makan Rp15 ribu, total Rp65 ribu per hari.
Ada bonus tambahan 3 persen kalau berhasil capai target penghimpunan dana
minimal Rp5 juta.
- Relawan Da’i luar daerah - insentif tetap Rp1 juta per
bulan dengan kewajiban lapor berkala.
- Yatim Mandiri (YM) - tanpa gaji pokok, murni
persentase 10 persen dari hasil penghimpunan.
- YDSF - kompensasi pokok sekitar
Rp1,3 juta per bulan ditambah bonus perolehan 5 persen.
H. Benny
Nur Miftahul Ulum, Kabag Penghimpunan BAZNAS Jatim, menjelaskan logika di balik
nominal ini:
“Uang
relawan itu dihitung berbasis angka kepantasan sebagai pengganti transport dan
uang makan, bukan berdasarkan UMR dibagi 30.”
Kalau Program Swadana,
Berapa yang Harus Saya Siapkan?
Beberapa
organisasi justru mewajibkan peserta membayar biaya pendaftaran sendiri. Ini
rinciannya:
- GREAT Indonesia - Short Term Volunteering
mulai Rp900 ribu untuk member, sampai Rp1,5 juta untuk non-member. Ada
juga commitment fee Rp1 juta yang sifatnya refundable setelah program dan
laporan selesai.
- AIESEC Global Volunteer - biaya administrasi sekitar
Rp3 juta, di luar tiket transportasi, visa, dan pengeluaran pribadi. Bisa
ditekan kalau memilih proyek dengan host family dan konsumsi gratis.
Bahkan
program yang katanya “fully funded” pun tetap mewajibkan registration fee,
biasanya Rp1 juta sampai Rp2 juta. Jadi jangan langsung percaya kalau ada
program mengaku gratis total.
Apakah Ada Standar Resmi
soal Honor Relawan di Indonesia?
Tidak ada
standar baku yang mengacu UMR, karena relawan dianggap freelance dengan jam
kerja fleksibel. Tapi ada beberapa acuan yang dipakai:
- Peraturan Menteri Agama No. 30
Tahun 2016 -
membatasi operasional amil maksimal 12,5 persen dari dana zakat dan 20
persen dari dana infak/sedekah.
- Usulan Tesis UINSA - mengusulkan honorarium
sesuai jenjang pendidikan, dari Rp2,1 juta untuk lulusan SLTA sampai Rp2,8
juta untuk lulusan S2 per bulan.
Dwiyantie,
Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan BAZNAS Jatim, menegaskan soal
transparansi ini:
“Sumber
anggaran kompensasi berasal dari alokasi operasional amil sesuai aturan
Kementerian Agama.”
Bagaimana Kalau Saya Tidak
Punya Budget Sama Sekali?
Ada jalan
keluar lewat sponsorship. Karin, narasumber dari Arah Pemuda Indonesia, punya
tips praktis buat kamu yang ikut program swadana:
“Bagi
relawan yang mengikuti program swadana, biaya bisa ditutup dengan mengajukan
proposal sponsorship ke tiga sasaran utama: Organisasi Perangkat
Daerah/Dispora, lembaga NGO, atau CSR perusahaan. Kuncinya adalah mengajukan
H-1 bulan dan menawarkan kontraprestasi jelas.”
Kontraprestasi
yang dimaksud bisa berupa brand awareness, logo di banner atau merchandise,
sampai laporan pertanggungjawaban kegiatan.
![]() |
| Mahasiswa menyusun proposal sponsorship di laptop |
Bagaimana Cara Membedakan
Program Kredibel dari yang Abal-abal?
Cek tiga
hal ini sebelum transfer uang ke penyelenggara mana pun:
- Transparansi rincian biaya - organisasi kredibel selalu
merinci alokasi dana untuk akomodasi, konsumsi, dan logistik.
- Legalitas dan rekam jejak - punya situs resmi, media
sosial aktif, dan status yayasan atau komunitas resmi.
- Rujukan platform terpercaya - bandingkan dengan
Indorelawan, KitaBisa Volunteer, atau AIESEC sebagai pembanding standar.
Husnul
Afifah, relawan event Ramadhan dan Qurban, berbagi pengalaman positif soal
transparansi nilai tambahnya:
“Secara
nominal sangat memuaskan dan sepadan dengan tugas jaga konter atau
telemarketing. Selain bisyaroh dan uang transport utuh, nilai tambah yang
sangat berguna bagi mahasiswa adalah pelatihan skill digital marketing.”
Biaya
volunteering lokal di Indonesia memang bukan angka tunggal, tergantung skema
penyelenggara dan jenis programnya. Yang penting, selalu cek transparansi
alokasi dana sebelum memutuskan ikut, baik yang berbayar maupun yang memberi
honor.
DAFTAR
SUMBER
- Tesis UIN Sunan Ampel Surabaya
(2022) - Kebijakan
Kompensasi Relawan Perspektif Perundang-Undangan Republik Indonesia dan
Maslahat.
- Peraturan Menteri Agama
Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Zakat.
- GREAT Indonesia - Guidelines & Outgoing
Regular Scheme.



