Kenapa Nilai Ujian Susulan Lebih Rendah Ini Sebabnya
Nilai ujian susulan bukan cuma soal nasib apes, ada kebijakan batas nilai maksimal dan faktor psikologis seperti test anxiety yang bikin performa mahasiswa anjlok. Artikel ini membongkar penyebabnya sekaligus strategi konkret buat mengatasinya.
Kenapa Nilai Ujian
Susulan Sering Lebih Rendah dan Cara Mengantisipasinya
Nilai ujian susulan lebih
rendah biasanya disebabkan kebijakan batas nilai maksimum dari kampus, ditambah
test anxiety yang memicu blocking kognitif saat mahasiswa mengerjakan soal.
Saya sering dengar
keluhan yang sama dari teman-teman yang habis ikut ujian susulan. Sudah belajar
mati-matian, tapi nilainya tetap pas-pasan. Ternyata ini bukan cuma perasaan,
ada penjelasannya.
Apakah Nilai Ujian Susulan Memang
Dibatasi?
Ya, di beberapa kampus
nilai ujian susulan dan remedial memang dipatok batas atas demi asas keadilan
dengan mahasiswa yang ikut ujian reguler.
Contoh nyatanya:
- Universitas Paramadina menetapkan nilai
maksimum ujian susulan adalah 80, setara A- atau B+.
- Sistem remedial umumnya membatasi nilai
maksimal di B atau B+.
- Kalau mau mengejar nilai A murni, opsinya
cuma mengulang mata kuliah penuh di semester berikutnya.
Kalau nilaimu terancam
turun gara-gara harus ambil ujian susulan, baca dulu cara ujian susulan
kuliah secara menyeluruh biar prosesnya tidak berantakan dari awal.
Kenapa Test Anxiety Bikin Nilai Ujian
Susulan Anjlok?
Test anxiety saat ujian
susulan cenderung lebih tinggi dibanding ujian reguler karena tekanan waktu,
ruang yang lebih sepi, dan rasa terburu-buru menyusul jadwal normal.
Dampaknya nyata secara
fisik dan mental:
- Blocking kognitif, yaitu ketidakmampuan
mendadak mengingat materi yang sebenarnya sudah dipelajari.
- Detak jantung cepat, tangan gemetar, dan otot
tegang akibat sistem saraf simpatik yang aktif berlebihan.
- Konsentrasi dan daya ingat terganggu langsung
di ruang ujian.
Ghozali Rusyid Affandi,
Ketua Program Studi Psikologi FPIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo,
menjelaskan bahwa kecemasan berlebihan menjelang ujian itu wajar, tapi kalau
tidak dikendalikan bisa memicu blocking kognitif. Ia menyarankan afirmasi
positif sebelum ujian sebagai langkah menenangkan diri.
Apakah Tekanan Waktu Memang
Mempengaruhi Nilai Ujian?
Betul, tekanan waktu yang
ketat terbukti menurunkan performa, apalagi kalau digabung kecemasan tinggi.
Riset menunjukkan
mahasiswa dengan kecemasan tinggi di bawah tekanan waktu melakukan tiga kali
kesalahan lebih banyak, butuh waktu pengerjaan dua kali lebih lama, dan dua
kali lebih rentan mencontek dibanding mahasiswa yang tenang.
Sebuah studi
eksperimental dari University of Arkansas bahkan menemukan performa mahasiswa
pada soal hitungan meningkat signifikan saat diberi kelonggaran waktu dan
diizinkan open book. Ini membuktikan tekanan waktu ketat memang penghambat
besar performa akademik.
![]() |
| Mahasiswa relaksasi sebelum ujian susulan agar nilai tidak turun |
Bagaimana Cara Menghadapi Soal Sulit
Saat Ujian Susulan?
Gunakan thinking
framework tiga langkah: identifikasi soal, tentukan metode penyelesaian, baru
eksekusi jawaban secara fokus.
Tips tambahannya:
- Kerjakan soal termudah dulu untuk membangun
small win dan menjaga tingkat stres tetap terkendali.
- Kalau menemukan soal sulit yang konsepnya
kamu tahu tapi rumusnya lupa, jangan dipaksakan. Lewati dulu, kerjakan
soal lain.
- Biarkan otak bawah sadar (diffuse thinking)
bekerja mengingat kembali rumus yang terlupa sambil kamu fokus ke soal
lain.
Bagaimana Cara Belajar yang Efektif
Sebelum Ujian Susulan?
Cara belajar efektif
menggabungkan tiga aspek sekaligus: kognitif, emosional, dan fisik, bukan cuma
hafalan semalam.
Rinciannya:
- Kognitif: ganti metode hafalan dengan active
recall dan mind map.
- Emosional: kelola kecemasan lewat relaksasi,
positive self-talk, dan dukungan sosial dari keluarga atau teman.
- Fisik: cukup tidur, sarapan bergizi sebelum
ujian, dan olahraga ringan seperti jogging agar tubuh rileks.
Agus Marwanto, dosen
Prodi Manajemen Pertahanan Akademi Militer, menyimpulkan dari penelitiannya
bahwa penguasaan materi secara kognitif tidak akan optimal tanpa regulasi emosi
dan kondisi fisik yang prima.
Apakah Boleh Begadang Semalaman
Sebelum Ujian Susulan?
Sebaiknya tidak. Begadang
semalaman justru merusak konsentrasi saat ujian berlangsung.
Kalau alasan kamu ambil
ujian susulan karena sakit, pastikan juga berkasnya lengkap dengan membaca
panduan surat izin ujian sakit mahasiswa biar tidak ditolak di tengah
jalan.
Nilai ujian susulan yang
pas-pasan bukan takdir. Ada faktor kebijakan kampus dan psikologis yang bisa
diantisipasi kalau kamu tahu triknya dari awal.
Kelola waktu belajar,
kelola kecemasan, dan jaga kondisi fisik sebelum hari H.
DAFTAR SUMBER
- Universitas Paramadina. (2024). Peraturan Akademik Universitas Paramadina SK-009/REK/UPM/VIII/2024 tentang Evaluasi Hasil Belajar dan Ujian Susulan. Diakses dari paramadina.ac.id
- Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (2025). Mengatasi Anxiety Jelang Ujian: Strategi dan Dukungan Psikologis Mahasiswa. Diakses dari fpsi.umsida.ac.id
- Marwanto, A. (2025). Strategi Efektif Menghadapi Ujian Semester pada Mahasiswa dengan Tenang dan Percaya Diri. Jurnal Mahatvavirya, 12(2), 76-83. Akademi Militer.



