Cara ke Geopark Ijen Banyuwangi dan Spot Tersembunyi
Geopark Ijen Banyuwangi diakses lewat jalur Licin-Paltuding dari Banyuwangi atau Sempol-Paltuding dari Bondowoso, dengan opsi DAMRI, ojek, hingga sewa jeep privat.
Kawah Ijen
dengan blue fire-nya memang sudah jadi bucket list banyak orang. Tapi jujur
saja, sebagian besar wisatawan cuma tahu satu jalur dan langsung pulang tanpa
mampir ke spot lain di sekitarnya.
Padahal
kawasan ini sudah resmi jadi UNESCO Global Geopark dengan total 21 situs
resmi, bukan cuma kawahnya saja. Saya akan bongkar semua opsi akses plus
tempat-tempat yang jarang disinggahi turis kebanyakan.
Bagaimana Cara Menuju
Geopark Ijen dari Banyuwangi?
Jalur ini
yang paling umum dipakai wisatawan yang ingin langsung mendaki ke Kawah Ijen.
Rutenya via Licin menuju Pos Paltuding.
Kalau Anda
datang dari Surabaya atau Malang naik kereta, biasanya turun di Stasiun
Banyuwangi Kota (Karangasem). Dari sana jaraknya sekitar 35 km ke Paltuding,
ditempuh 1,5 sampai 2 jam.
Pilihan
transportasinya cukup beragam:
- Bus DAMRI (Toyota Hi-Ace/Elf
kapasitas 14 orang), beroperasi pukul 08.00-01.00 WIB, tarif Rp10.500 ke
pintu masuk terdekat, waktu tempuh sekitar 2 jam.
- Ojek lokal, tarif
Rp150.000-Rp300.000.
- Sewa motor mandiri,
Rp80.000-Rp150.000 per hari.
- Sewa mobil atau jeep privat,
Rp600.000-Rp1.200.000.
Kalau Anda
dari Bandara Banyuwangi, perjalanan ke Paltuding sekitar 2 jam. Dari Pelabuhan
Ketapang buat wisatawan asal Bali, bisa langsung sewa kendaraan begitu turun.
Peringatan
penting: jalur
Licin di malam hari sangat ekstrem. Tanjakannya di beberapa titik mencapai
kemiringan 45 derajat, minim penerangan, dan rawan kabut tebal. Jangan pakai
motor matic, dan pastikan rem serta lampu kendaraan dalam kondisi prima.
Apa Alternatif Jalur
Selain via Banyuwangi?
Alternatifnya
adalah jalur Bondowoso lewat Sempol menuju Paltuding, cocok untuk wisatawan
dari arah barat seperti Surabaya via Probolinggo.
Perjalanan
dari pusat kota Bondowoso memakan waktu 2 sampai 3 jam, melewati hutan pinus,
kebun kopi PTPN XII Kalisat Jampit, dan hawa pegunungan yang adem. Ada beberapa
penginapan andalan sebelum area pendakian:
- Arabica Homestay, sekitar 13 km
dari titik awal pendakian.
- Catimore Homestay Blawan.
Jalur ini
sedikit lebih landai dibanding Licin, tapi waktu tempuhnya lebih panjang. Jadi
kalau Anda mengejar efisiensi waktu, Licin masih jadi pilihan utama.
Apa Saja Spot Tersembunyi
di Geopark Ijen yang Jarang Diketahui?
Di luar
kawah dan blue fire, ada beberapa titik yang justru sepi turis padahal tidak
kalah menarik. Ini beberapa yang layak Anda tandai:
- Sungai Kalipait, hanya 1,5 km dari Paltuding,
air berwarna kuning kehijauan dengan kandungan sulfat dan chloride tinggi
sehingga tidak bisa diminum.
- Kawah Wurung, anak gunung Ijen purba
setinggi 1.500 mdpl di Desa Kalianyar, dijuluki Bukit Teletubbies karena
sabana hijaunya, tiket masuk hanya Rp5.000.
- Kawah Ilalang, di Dusun Curah Macan, waktu
terbaik berkunjung Januari-Maret saat ilalang berbunga seperti kapas
putih, trekking sekitar 30 menit.
- Bukit Apetleppet, bukit hijau berlapis dengan
cerukan vertikal di Desa Kalianyar, suasananya sejuk dan sepi.
- Bukit Jabal Kirmit, padang sabana di Desa Jampit
mirip lanskap Selandia Baru, lengkap dengan peternakan kuda.
- Batu So'on Solor, formasi batu volkanik
setinggi 25 meter di Desa Solor, sering disebut Stonehenge-nya Indonesia.
- Pohon Pelangi Hutan Bogor, pohon Eucalyptus deglupta
dengan batang warna-warni di Desa Sumberwringin.
- Pemandian Mata Air Panas Blawan, 19 titik mata air bersuhu
30-50°C, dipercaya berkhasiat untuk penyakit kulit dan rematik.
Kalau Anda
tipe wisatawan yang suka spot foto yang belum ramai, hidden gems ini jauh lebih
worth it dibanding rebutan spot di kawah utama.
Apakah Ada Penginapan
Bersejarah di Sekitar Geopark Ijen?
Ada,
namanya Guesthouse 1927 Jampit, bangunan kolonial Eropa peninggalan Belanda
tahun 1927 yang dikelilingi taman bunga dan kebun kopi arabika di ketinggian
1.700 mdpl. Penginapan ini dikelola PTPN XII dan bisa disewa umum.
Ini opsi
menarik buat Anda yang bosan menginap di homestay standar dan ingin merasakan
nuansa sejarah sambil tetap dekat dengan jalur pendakian.
Kenapa Status UNESCO Ijen
Penting untuk Wisatawan?
Status ini
penting karena menandakan kawasan Ijen dikelola dengan standar konservasi
internasional, bukan sekadar objek wisata biasa. Bupati Banyuwangi, Ipuk
Fiestiandani, menyampaikan hal ini setelah Ijen resmi diakui:
"Alhamdulillah,
setelah melewati berbagai proses dan sidang, akhirnya Ijen Geopark resmi
menjadi anggota UGG. Hal ini berdasarkan surat resmi serta rilis yang diunggah
dalam website UNESCO. Semoga dengan ditetapkannya Ijen sebagai UGG ini, semakin
menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Banyuwangi. Sehingga akan berdampak
pada kesejahteraan dan penguatan kebudayaan masyarakat Banyuwangi."
Buat Anda
yang penasaran gambaran umum semua geopark lain di Indonesia dan bagaimana
status ini bekerja, saya sudah tulis rangkumannya di panduan wisata geopark
Indonesia yang membahas lokasi dan tiket dari Sabang sampai Papua.
![]() |
| Batu So'on Solor, situs geologi tersembunyi geopark Ijen | Sumber: Google Maps |
Kapan Waktu Terbaik untuk
Berkunjung ke Geopark Ijen?
Waktu
terbaik tergantung tujuan Anda. Kalau mengejar blue fire, harus berangkat dini
hari agar sampai kawah sebelum matahari terbit karena fenomena ini hanya
terlihat jelas dalam gelap.
Kalau
target Anda Kawah Ilalang dengan ilalang berbunga, datanglah Januari sampai
Maret. Di luar itu, pemandangannya tetap bagus tapi tidak sedramatis musim
berbunga.
Geopark
Ijen bukan cuma soal blue fire dan kawah asam yang sudah terkenal ke mana-mana.
Dengan 21 situs resmi, ada banyak sudut tersembunyi yang layak dieksplorasi
kalau Anda mau sedikit lebih niat dari sekadar foto di bibir kawah.
DAFTAR
SUMBER
- Detikcom (Detik Jatim) - Ijen Geopark Berstatus
Global, Ini 21 Situs Keren yang Wajib Kamu Tahu
- Detikcom (Detik Jatim) - Kawah Wurung, Destinasi Alam
Eksotis di Bondowoso
- Radar Malang (Jawa Pos Group) - Bukan Hanya Ijen! Ini 3
Tempat Wisata Tersembunyi di Banyuwangi yang Keindahannya Bikin Takjub



