Bandara Ramah Kursi Roda di Indonesia, Mana Terbaik
Bandara ramah kursi roda di Indonesia sudah diatur lewat Permenhub Nomor 41 Tahun 2023, dan sejumlah bandara seperti Soekarno-Hatta, YIA, Ngurah Rai, Syamsudin Noor, dan Halim Perdanakusuma punya layanan unggulan masing-masing.
Artikel ini membedah fasilitas nyata di lapangan biar kamu ngga bingung saat transit atau berangkat.
Bandara Ramah Kursi Roda di Indonesia: Siapa yang Benar-Benar Serius?
Bandara ramah kursi roda
di Indonesia adalah bandara yang menyediakan layanan pendampingan, alat bantu
mobilitas, dan infrastruktur fisik sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
41 Tahun 2023 bagi penumpang berkebutuhan khusus.
Naik pesawat buat
sebagian orang cuma urusan check-in terus boarding. Tapi buat pengguna kursi
roda, itu perjalanan penuh titik krusial, mulai dari drop zone sampai
garbarata. Untungnya beberapa bandara di Indonesia sudah cukup serius menggarap
ini.
Apa Dasar Hukum Bandara Wajib Ramah
Difabel?
Dasar hukum bandara wajib
ramah difabel adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2023 Pasal 14
huruf h, yang mewajibkan pelayanan jasa kebandarudaraan mencakup fasilitas
nyaman bagi penumpang berkebutuhan khusus.
Selain itu, Undang-Undang
RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Pasal 4 huruf j juga menegaskan
bahwa pelayanan publik di bandara wajib kasih perlakuan khusus dan fasilitas
memadai bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Jadi kalau ada bandara
yang masih abai soal ini, itu jelas melenceng dari aturan yang berlaku.
Regulasi yang lebih luas soal pariwisata inklusif secara umum bisa kamu baca di
panduan wisata inklusif ramah difabel yang membahas landasan hukumnya
secara menyeluruh.
Bandara Mana yang Punya Layanan Kursi
Roda Terbaik di Indonesia?
Bandara dengan layanan
kursi roda terbaik di Indonesia meliputi Soekarno-Hatta, Yogyakarta
International Airport, I Gusti Ngurah Rai, Syamsudin Noor, dan Halim
Perdanakusuma, masing-masing dengan keunggulan berbeda.
Berikut rangkumannya biar
kamu langsung dapat gambaran:
- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang): Terminal 3 meraih Peringkat Kedua Fasilitas
Integrasi Moda Teramah Disabilitas di DTKJ Award 2024. Penumpang bisa
pesan kursi roda ke maskapai sebelum tiba atau saat check-in, lalu
didampingi petugas ground handling dari pintu keberangkatan sampai kabin
pesawat, bahkan dikoordinasikan penjemputan serupa di bandara tujuan.
- Yogyakarta International Airport (YIA): punya inovasi tombol darurat SOS di area
drop zone keberangkatan, khusus buat penumpang difabel mandiri tanpa
pendamping keluarga. Sekali dipencet, sistem langsung menghubungkan ke
customer service untuk kirim bantuan kursi roda, bahkan mengaktifkan tim
medis Kantor Kesehatan Pelabuhan kalau ada kondisi darurat medis.
- Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali): sudah implementasi Permenhub 41/2023 lewat
ramp dengan sudut elevasi maksimum 20 derajat, lift khusus prioritas
dengan tombol lebih rendah dan durasi buka-tutup lebih lama, toilet dengan
ruang gerak lebih luas, serta kursi tunggu prioritas di setiap baris ruang
tunggu.
- Bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin): layanan penjemputan sejak dari area parkir
lewat contact center di nomor (0511) 4705277, konter check-in khusus
difabel, ruang tunggu lantai 1 dengan akses langsung ke airside tanpa
perlu naik tangga, dan toilet dengan dua tiang penyangga tubuh di wastafel.
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta): punya layanan Special Need Assistant (SNA)
dengan titik bantuan berlogo khusus tersebar dari drop-off, parkir, hingga
terminal bus, mendampingi penumpang lewat check-in sampai duduk di ruang
tunggu.
Kenapa Tombol SOS di YIA Dianggap
Terobosan?
Tombol SOS di YIA
dianggap terobosan karena belum pernah ditemukan di bandara lain di Indonesia
dan dirancang khusus untuk penumpang difabel mandiri yang bepergian tanpa
pendamping.
Meyra Marianti dari
Accessible Tourism GIPI DIY memberi apresiasi khusus soal ini. Menurutnya ini
terobosan luar biasa karena belum pernah ada di bandara lain di Indonesia, dan
dia berharap YIA bisa jadi bandara percontohan bagi daerah lain demi menjamin
kenyamanan, keselamatan, dan keamanan penyandang disabilitas.
Bayangin aja kalau kamu
solo traveling pakai kursi roda terus mendadak butuh bantuan darurat, ada
tombol yang langsung menyambungkanmu ke petugas. Ini jenis fasilitas yang
harusnya ditiru bandara lain.
![]() |
Bagaimana Cara Pesan Kursi Roda
Sebelum Terbang?
Cara pesan kursi roda
sebelum terbang adalah dengan menghubungi maskapai langsung sebelum tiba di
bandara atau saat proses check-in, sehingga petugas ground handling sudah siap
menjemput di pintu keberangkatan.
Kalau di Soekarno-Hatta
misalnya, setelah kamu pesan, petugas akan mendampingi dari pintu
keberangkatan, lewat pemeriksaan keamanan, sampai masuk kabin. Bahkan
dikoordinasikan juga sama bandara tujuan biar kursi roda sudah siap di
garbarata sana. Prosesnya cukup rapi asal kamu ngga lupa booking dari awal.
Christie Damayanti,
arsitek profesional yang juga pengguna kursi roda aktif dan kerap jadi
pembicara workshop aksesibilitas bandara, menegaskan bandara punya peran
penting sebagai pintu masuk utama suatu wilayah.
Beliau bilang, kalau
fasilitas fisik dan perhatian sosial di ruang publik seperti bandara tidak
dioptimalkan, penyandang disabilitas akan merasa enggan meninggalkan zona
nyaman mereka dan cenderung menghindari ruang publik karena pengalaman buruk
yang berulang.
Beliau juga menekankan
pentingnya kualitas jalur landai yang ergonomis serta integrasi jalur pemandu
luar ruangan dengan terminal dalam bandara.
Apakah Transportasi Penghubung
Bandara Sudah Ramah Kursi Roda?
Transportasi penghubung
bandara belum sepenuhnya ramah kursi roda karena kendaraan antar-jemput sering
tidak dilengkapi teknologi wheelchair lift, sehingga pengguna kursi roda
terpaksa digotong manual oleh petugas.
Bu Juju Juliati dari SAPDA mencatat hal ini sebagai kelemahan yang cukup mengganggu kemandirian difabel. Meski bandaranya sudah ramah, moda transportasi umum penghubung sering kali belum punya teknologi penunjang mandiri seperti wheelchair lift.
Akibatnya,
penumpang kursi roda harus digotong secara manual, yang bagi sebagian besar
difabel dirasa kurang nyaman dan merepotkan.
Kalau kamu juga lagi
rencanakan akomodasi setelah mendarat, saya sudah rangkum destinasi menginap
yang layak dicoba di ulasan hotel aksesibel difabel Indonesia.
Kesimpulannya Gimana?
Bandara ramah kursi roda di Indonesia sudah punya regulasi yang jelas lewat Permenhub 41/2023, dan beberapa bandara besar seperti Soetta, YIA, Ngurah Rai, Syamsudin Noor, dan Halim sudah menunjukkan komitmen nyata lewat fasilitas dan layanan pendampingan.
Tapi PR terbesar masih ada di transportasi penghubung yang belum semuanya
dilengkapi wheelchair lift.
Bandara-bandara besar di
Indonesia sudah cukup serius menyediakan layanan ramah kursi roda, dari
pendampingan ground handling sampai inovasi tombol SOS. Tantangan berikutnya
ada di rantai transportasi penghubung yang belum konsisten menyediakan alat
bantu mobilitas otomatis.
DAFTAR SUMBER
- Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA - https://www.antaranews.com/berita/4347219/bandara-soetta-menerima-penghargaan-ramah-disabilitas-dari-dtkj-2024
— penghargaan DTKJ Award 2024 untuk Terminal 3 Soetta.
- detikcom (detikJateng) - https://www.detik.com/jateng/bisnis/d-6487444/yia-kini-punya-layanan-tombol-sos-untuk-penumpang-difabel-apa-itu
— liputan peluncuran tombol SOS di YIA.
- Situs Resmi Injourney Airports Syamsudin Noor - https://syamsudinnoor-airport.co.id/id/berita/index/difabel-dapat-fasilitas-khusus-di-bandara-syamsudin-noor-1 — pengumuman resmi layanan kursi roda parkir dan toilet ganda pilar.



