Awas Ini Etika Chat Dosen HRD Biar Pesanmu Cepat Dibalas
Pernah nggak sih kamu sudah memberanikan diri mengirim pesan ke dosen atau HRD, tapi ujung-ujungnya cuma di-read atau malah tidak dibalas berhari-hari? Rasanya pasti campur aduk antara bingung, cemas, dan kesal.
Tapi, coba cek lagi pesanmu. Apakah kamu mengirimnya di jam 11 malam? Atau jangan-jangan kamu lupa memperkenalkan diri dan langsung to-the-point bertanya tanpa basa-basi yang sopan?
Aku sering melihat mahasiswa hebat yang harus kehilangan kesempatan magang emas hanya karena cara berkomunikasi mereka yang dianggap "kurang etika". Kamu akan sangat menyesal jika kualitas dirimu yang luar biasa tertutup oleh kesan pertama yang buruk lewat sebuah pesan teks.
Di tahun 2026, di mana hampir semua koordinasi dilakukan lewat WhatsApp atau email, digital manner adalah kunci. Jangan sampai kamu dicap tidak profesional sebelum sempat menunjukkan kemampuanmu. Yuk, pelajari cara kirim pesan yang bikin mereka langsung bilang "Oke!"
Komunikasi Digital: Wajah Profesionalmu di Era Baru
Berdasarkan data riset mengenai kriteria rekrutmen tenaga kerja muda, soft skills komunikasi menempati urutan atas yang dinilai oleh perusahaan. Banyak laporan menunjukkan bahwa atasan seringkali lebih menghargai staf magang yang tahu tata krama komunikasi daripada mereka yang jago teknis tapi "asal-asalan" saat berbicara.
Sama seperti etika dalam layanan administrasi publik yang mengutamakan kesantunan, cara kamu mengirim pesan mencerminkan seberapa besar kamu menghargai waktu dan posisi orang lain.
Di dunia kerja yang serba cepat di tahun 2026, pesan yang singkat, padat, jelas, dan sopan adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi penerimanya.
Rumus Pesan "Anti-Cuek" untuk Dosen & HRD
Jangan asal kirim! Gunakan struktur P-A-S (Peringatan, Alasan, Salam) atau rumus baku berikut ini:
1. Perhatikan Waktu (Timing is Everything)
Jangan mengirim pesan saat jam istirahat, akhir pekan, atau di atas jam 7 malam. Kirimlah di jam kerja (08.00 - 16.00). Menghargai waktu pribadi mereka adalah langkah awal agar pesanmu dihargai.
2. Salam dan Sapaan yang Benar
Gunakan sapaan formal. Hindari kata "P", "Halo Bro", atau "Pagi Pak/Bu" tanpa diikuti nama jika belum akrab. Gunakan: "Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama]."
3. Identitas Jelas (Siapa Kamu?)
Dosen dan HRD mengurusi ratusan orang. Jangan biarkan mereka menebak-nebak.
Contoh: "Perkenalkan saya [Namamu], mahasiswa [Jurusan] angkatan [Tahun] yang sedang mengambil mata kuliah [Nama Kuliah] Bapak/Ibu."
4. Keperluan yang To-The-Point tapi Sopan
Jangan cuma "Selamat pagi Pak, boleh tanya?". Langsung jelaskan maksudmu dalam satu paragraf yang rapi.
Contoh: "Saya bermaksud menanyakan terkait jadwal bimbingan skripsi atau ketersediaan Bapak/Ibu untuk mendiskusikan laporan magang saya."
5. Penutup dan Terima Kasih
Akhiri dengan sopan. "Terima kasih atas waktu dan perhatiannya, Bapak/Ibu. Selamat melanjutkan aktivitas."
Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Typo yang Berlebihan: Menunjukkan kamu tidak teliti.
Penggunaan Singkatan Alay: Jangan gunakan "sy", "yg", atau "otw" saat berkirim pesan formal.
Spamming: Jika belum dibalas dalam 1x24 jam, jangan terus-menerus mengirim pesan. Tunggu setidaknya 2 hari sebelum melakukan follow-up dengan bahasa yang sangat sopan.
Penutup (Refleksi)
Mengasah etika berkomunikasi mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bisa sangat besar bagi masa depanmu. Pesan yang sopan bukan hanya tentang "sopan santun", tapi tentang membangun jembatan kepercayaan.
Bayangkan jika karena satu pesan yang tertata rapi, seorang HRD tertarik melihat portofoliomu, atau seorang dosen dengan senang hati membantumu mendapatkan nilai terbaik.
Jangan sampai kamu menyesal karena pintu kesempatan tertutup hanya karena jempolmu terlalu cepat mengetik tanpa dipikirkan etikanya. Jadi, sudah siap memperbaiki cara chatting-mu hari ini?

