Etika Chat Dosen dan HRD Rahasia Pesanmu Cepat Dibalas
Pernah nggak kamu sudah memberanikan diri mengirim pesan ke dosen atau HRD tempat magang tapi ujung-ujungnya cuma di-read atau malah nggak dibalas berhari-hari? Rasanya pasti campur aduk antara bingung, kesal, dan takut kalau kamu baru saja melakukan kesalahan besar.
Di dunia profesional tahun 2026, cara kamu mengirim pesan singkat (chat) adalah cerminan dari kualitas pribadimu. Masalah terbesar Gen-Z saat ini bukanlah kurang pintar, tapi sering kali terjebak dalam gaya bahasa yang terlalu santai atau malah terlalu kaku sampai terlihat nggak sopan.
Ingat, dosen dan HRD itu manusia super sibuk yang menerima ratusan chat setiap harinya. Kalau pesanmu nggak beretika, jangan salahkan mereka kalau pesanmu masuk kotak sampah mental mereka. Penyesalan selalu datang saat kesempatan emas hilang hanya karena salah ketik atau salah waktu kirim. Yuk, kita bedah gimana cara chat yang pasti di-acc tanpa drama.
Waktu Adalah Segalanya: Jangan Jadi Pelaku Teror Malam Hari
Aturan pertama yang paling sakral adalah perhatikan waktu. Mentang-mentang kamu mahasiswa atau anak magang yang baru bangun jam sepuluh malam, bukan berarti dosen atau HRD kamu juga masih standby. Jangan pernah mengirim pesan di luar jam kerja kecuali dalam keadaan darurat yang benar-benar mendesak.
Jam kerja ideal adalah antara jam delapan pagi sampai jam empat sore. Hindari chat di waktu istirahat siang, waktu ibadah, atau saat akhir pekan. Kalau kamu mengirim chat jam sebelas malam, meskipun isinya sangat sopan, kamu sudah dianggap tidak menghargai privasi orang lain.
Di dunia kerja Malang yang sangat menghargai sopan santun, pemilihan waktu ini adalah langkah pertama untuk mendapatkan respek.
Struktur Pesan Yang Anti Gagal: Pakai Rumus P-I-K-H
Dosen atau HRD nggak butuh basa-basi panjang lebar tentang kabar cuaca di Malang hari ini. Mereka butuh kejelasan. Gunakan struktur P-I-K-H agar pesanmu terlihat profesional dan mudah dipahami dalam sekali baca.
P yang pertama adalah Salam dan Sapaan. Gunakan sapaan resmi seperti Selamat pagi Bapak atau Ibu, diikuti nama mereka jika perlu. Hindari kata P doang atau sapaan santai seperti Halo Kak kecuali kamu sudah sangat akrab dan berada di lingkungan startup yang sangat santai.
I adalah Identitas. Jangan berasumsi dosenmu hafal nomor semua mahasiswanya. Sebutkan nama lengkap, jurusan, dan angkatan atau posisi magangmu. Ini sangat membantu mereka memproses konteks pesanmu tanpa harus bertanya lagi siapa ini?
K adalah Keperluan. Jelaskan maksudmu dengan singkat, padat, dan jelas. Hindari kalimat bertele-tele. Kalau mau bimbingan, sebutkan topiknya. Kalau mau tanya status lamaran, sebutkan posisi yang dilamar.
H adalah Penutup. Akhiri dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf karena sudah mengganggu waktu mereka. Ini adalah bentuk kerendahan hati yang sangat dihargai dalam budaya kerja Indonesia.
Menggunakan AI Sebagai Asisten Etika Komunikasi
Tahun 2026 sudah menyediakan teknologi yang luar biasa untuk membantumu. Kamu bisa menggunakan bantuan AI untuk merangkai kalimat jika kamu merasa ragu. Gunakan prompt sederhana seperti: Bantu saya mengubah kalimat chat ini menjadi lebih sopan untuk dikirim ke dosen pembimbing.
AI akan memberikan saran pilihan kata yang lebih elegan. Misalnya, daripada bilang: Pak saya mau bimbingan kapan ada waktu?, AI akan menyarankan: Mohon maaf mengganggu waktunya Bapak, sekiranya kapan Bapak memiliki waktu luang untuk saya melakukan bimbingan skripsi?.
Perbedaan tipis dalam pemilihan kata ini bisa menentukan apakah pesanmu dibalas dalam lima menit atau diabaikan selamanya.

