Orang Tua Bingung Yuk Kenali Kurikulum Nasional 2026
Penyesalan karena nggak bisa nyambung sama dunia anak itu nyata, lho. Tapi tenang, Kurikulum Nasional 2026 yang berbasis Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 ini sebenarnya didesain buat bikin semua orang—termasuk kamu—jadi lebih tenang. Dengan filosofi "Pendidikan yang Memuliakan", tujuannya bukan bikin anak jadi robot jenius, tapi bikin mereka punya hubungan yang sehat sama ilmu pengetahuan. Yuk, kita kupas biar kamu nggak bingung lagi!
Guru Bukan Lagi "Dewa", Tapi Teman Curhat Belajar
Di kurikulum lama, guru sering dianggap satu-satunya sumber ilmu. Kalau guru nggak tahu, kelas bubar. Nah, di tahun 2026 nanti, peran guru berubah total. Guru jadi fasilitator. Artinya, guru membantu siswa buat menemukan jawabannya sendiri lewat metode Deep Learning.
Bayangkan proses belajar itu kayak anak lagi belajar naik sepeda. Guru nggak cuma pegangin sepedanya terus, tapi guru kasih tahu caranya, semangatin pas jatuh, dan kasih tantangan baru pas mereka sudah bisa. Ini yang namanya pembelajaran yang Mindful dan Joyful. Guru nggak lagi kasih beban hafalan segunung, tapi kasih tantangan proyek yang seru.
Koding dan AI: Gimana Cara Orang Tua Mendampingi?
"Saya kan nggak bisa koding, gimana mau bantu anak?" Ini pertanyaan sejuta umat. Kabar baiknya, kamu nggak perlu jadi hacker buat dukung anak. Dalam Kurikulum Nasional 2026, yang ditekankan adalah Logika berpikir.
Kamu bisa dukung mereka dengan cara:
Tanya "Kenapa": Pas anak lagi kerjain tugas koding, tanya "Kenapa pilih langkah itu?". Ini melatih kemampuan Meaningful learning mereka.
Eksperimen Bareng: Coba-coba pakai AI bareng buat cari resep masakan atau ide liburan. Tunjukkan kalau teknologi itu alat bantu yang harus digunakan dengan etika.
Fokus pada Proses: Jangan cuma tanya "Dapat nilai berapa?", tapi tanya "Tadi di sekolah bisa pecahin masalah apa?".
PMM dan Dapodik: Jembatan Komunikasi Sekolah & Rumah
Pemerintah sudah siapkan infrastruktur digital yang makin oke. Platform Merdeka Mengajar (PMM) bukan cuma buat guru, tapi juga jadi acuan standar buat kita tahu apa sih yang lagi dipelajari anak. Sementara Dapodik 2026 bakal kasih data yang lebih transparan soal fasilitas sekolah. Kita jadi tahu kalau laboratorium komputer di sekolah anak sudah siap atau belum buat mapel Koding wajib ini.
Kesimpulan: Kita Semua Masih Belajar
Jangan merasa terbebani sama istilah-istilah keren di Kurikulum Nasional 2026. Intinya cuma satu: kita ingin anak-anak kita punya masa depan yang lebih baik dan nggak ketinggalan zaman. Transformasi ini adalah kesempatan emas buat kita—orang tua dan guru—untuk ikut belajar bareng anak. Jangan sampai kita menyesal karena terlalu menutup diri dari perubahan. Mari kita hadapi tahun 2026 dengan tangan terbuka dan semangat kolaborasi demi pendidikan yang lebih memuliakan!

