Jasa Digital Marketing UMKM

Jasa Press Release Portal Berita

Inilah Nasib Koding dan AI di Kurikulum Nasional 2026

 

Siswa SMP Indonesia berkolaborasi memprogram robot sederhana di laboratorium.

💡 Ringkasan Artikel:

Artikel ini mengulas tuntas perubahan fundamental dalam Kurikulum Nasional 2026, yang berfokus pada kualitas pembelajaran Deep Learning dan mengintegrasikan Koding serta AI untuk membentuk generasi unggul. Kamu akan diajak memahami filosofi "Pendidikan yang Memuliakan" serta kesiapan ekosistem digital demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

Pernah nggak sih kamu merasa FOMO alias takut ketinggalan zaman karena teknologi berkembangnya secepat kilat? Baru juga paham cara pakai ChatGPT, eh sekarang sudah muncul lagi berbagai inovasi AI yang bikin geleng-geleng kepala. Nah, bayangkan kalau perasaan "ketinggalan" ini dialami oleh anak-anak kita nanti saat mereka lulus sekolah. Rasanya sedih banget, kan, kalau mereka baru belajar dasar-dasar teknologi saat dunia sudah lari jauh ke depan? Inilah mengapa Kurikulum Nasional 2026 hadir sebagai jawaban. Kita nggak mau lagi ada cerita lulusan sekolah yang bingung pakai alat digital dasar di dunia kerja. Dengan transformasi yang berpusat pada "Pendidikan yang Memuliakan", pemerintah ingin memastikan setiap siswa punya bekal masa depan yang solid. Yuk, kita intip gimana nasib Koding dan AI yang bakal jadi "makanan sehari-hari" di sekolah mulai tahun 2026 nanti!

Pendidikan yang Memuliakan: Lebih dari Sekadar Nilai di Atas Kertas

Berdasarkan Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026, arah pendidikan kita bukan lagi sekadar mengejar angka 100 di rapor. Filosofi "Pendidikan yang Memuliakan" itu maksudnya adalah memanusiakan siswa. Di dunia kerja sekarang, bos kamu nggak akan tanya berapa nilai biologi kamu saat kelas 10, kan? Yang dicari adalah: Bisa nggak kamu kerja sama? Bisa nggak kamu mikir kritis?

Filosofi ini menggeser fokus dari "menghafal materi" menjadi "menguasai kompetensi". Jadi, sekolah bukan lagi tempat untuk merasa tertekan, tapi tempat di mana potensi unik setiap anak dihargai. Guru tidak lagi hanya berdiri di depan kelas memberikan ceramah satu arah, melainkan menjadi fasilitator yang membantu siswa menemukan bakat terbaiknya. Ini adalah fondasi utama agar Kurikulum Nasional 2026 benar-benar terasa dampaknya bagi kemajuan sumber daya manusia kita.

Deep Learning: Kunci Pembelajaran yang Nggak Gampang Lupa

Kamu pasti pernah belajar sistem kebut semalam (SKS) pas ujian, terus besoknya langsung lupa semua materinya. Nah, itulah yang disebut surface learning atau belajar di permukaan saja. Di tahun 2026, metode ini bakal diganti sama yang namanya Deep Learning. Intinya ada tiga:

  1. Mindful: Siswa sadar sepenuhnya apa yang dia pelajari.

  2. Meaningful: Pelajarannya harus nyambung sama kehidupan nyata (relevan).

  3. Joyful: Prosesnya harus seru dan nggak bikin stres.

Misalnya, kalau dulu belajar ekonomi cuma teori permintaan dan penawaran di buku, sekarang siswa diajak simulasi jualan di kantin atau bikin proyek bisnis kecil-kecilan. Dengan begitu, ilmunya bakal "nempel" selamanya karena mereka mengalami langsung prosesnya.

Siswa SMP Indonesia berkolaborasi memprogram robot sederhana di laboratorium.




Koding dan AI Jadi Mapel Wajib: Siap Jadi Kreator, Bukan Cuma User

Ini dia poin yang paling ditunggu-tunggu. Di Kurikulum Nasional 2026, Koding dan AI resmi masuk daftar mata pelajaran wajib. Kenapa? Karena di masa depan, bahasa pemrograman itu bakal sepenting bahasa Inggris.

  • Koding: Bukan berarti semua anak harus jadi programmer ya. Belajar koding itu melatih computational thinking atau cara berpikir sistematis untuk memecahkan masalah. Ibaratnya, kalau kamu bisa nyusun langkah-langkah bikin kopi yang enak secara urut, kamu sudah punya dasar logika koding.

  • AI (Kecerdasan Buatan): Anak-anak bakal diajarkan cara kerja algoritma dan etika menggunakan AI. Jadi mereka nggak cuma tahu cara tanya ke bot, tapi tahu cara memanfaatkannya untuk produktivitas yang positif.

Perubahan ini sangat krusial agar talenta digital Indonesia nggak kalah saing sama talenta global. Kita ingin anak muda kita jadi orang yang membangun sistem, bukan cuma yang pakai sistemnya saja.

Ekosistem Digital 2026: Semua Sudah Terintegrasi di PMM dan Dapodik

Perubahan besar ini tentu dibarengi dengan kesiapan alat tempurnya. Platform Merdeka Mengajar (PMM) bakal jadi "perpustakaan digital raksasa" buat guru-guru kita agar bisa update materi Deep Learning secara real-time. Nggak ada lagi guru yang ketinggalan info materi terbaru.

Selain itu, Dapodik 2026 juga sudah di-upgrade. Data sekolah, sarana prasarana laboratorium komputer untuk koding, hingga progres belajar siswa bakal terpantau lebih akurat. Ini memudahkan pemerintah untuk memberikan bantuan atau intervensi di daerah yang memang fasilitas digitalnya masih kurang. Jadi, pemerataan kualitas pendidikan bukan cuma isapan jempol semata.

Kesimpulan: Masa Depan Pendidikan Ada di Tangan Kita

Transformasi pendidikan di tahun 2026 adalah langkah berani untuk keluar dari zona nyaman. Memang nggak mudah, tapi ini adalah keharusan jika kita ingin melihat Indonesia Emas benar-benar terwujud. Jangan sampai kita menyesal karena terlalu takut untuk berubah sekarang, sementara dunia terus melaju. Mari kita dukung penuh Kurikulum Nasional 2026 ini, karena pendidikan yang berkualitas adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi mendatang.

1. Apa perbedaan utama Kurikulum Nasional 2026 dengan kurikulum sebelumnya?
Perbedaan utamanya terletak pada filosofi "Pendidikan yang Memuliakan" dan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful). Kurikulum ini lebih fokus pada kualitas pemahaman dan relevansi materi dengan kehidupan nyata, bukan sekadar kuantitas materi hafalan. Ada juga integrasi Koding dan AI sebagai mata pelajaran wajib.
2. Bagaimana Koding dan AI akan diajarkan di sekolah dasar hingga menengah?
Pengajaran Koding dan AI akan disesuaikan dengan tingkat usia. Di sekolah dasar melalui block-based coding interaktif, di SMP dengan bahasa pemrograman dasar, dan di SMA akan lebih mendalam, termasuk membangun model AI sederhana. Pendekatannya dibuat menyenangkan dan aplikatif.
3. Apakah guru-guru di Indonesia siap menghadapi Koding dan AI?
Pemerintah telah menyiapkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai wadah pelatihan dan sumber daya bagi guru untuk beradaptasi. Pelatihan dan dukungan berkelanjutan akan terus diberikan untuk memastikan kesiapan guru di seluruh Indonesia dalam mengimplementasikan kurikulum baru ini.
⚠️ Panduan ini disusun berdasarkan gabungan berbagai sumber referensi serta keyakinan dan pemahaman penulis. Oleh karena itu, pembaca disarankan menggunakan panduan ini sebagai referensi umum dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing.
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
Referensi Tulisan: Transformasi Deep Learning 2026: Kurikulum Merdeka Coding, AI - infopendidikan.bic.id Mengenal Deep Learning dan Kurikulumnya yang Diterapkan Kemendikdasmen di Tahun Ajaran Baru - jawapos.com Kurikulum Nasional - kelasjuara.id
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.
✍️ Ditulis oleh  m.ganendra arya s (gar)
Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang