Panduan Wisata Geopark Indonesia, Lokasi dan Tiket
Indonesia punya 12 geopark UNESCO resmi per 2025, tersebar dari Bali sampai Papua Barat, dengan tiket masuk mulai Rp5.000 dan rute yang bisa ditempuh mandiri.
Saya sering
ditanya teman yang mau healing tapi bosan ke pantai itu-itu saja. Jawaban saya
selalu sama: coba geopark.
Bukan cuma
soal pemandangan. Geopark itu paket komplet, ada sejarah bumi jutaan tahun, ada
budaya lokal, dan biasanya harga tiketnya masih waras untuk kantong anak kos
maupun pekerja kantoran.
Masalahnya,
informasi soal geopark di internet sering berserakan. Ada yang cuma bahas satu
lokasi, ada yang datanya sudah basi. Jadi saya kumpulkan semuanya di sini,
lengkap dengan angka-angka yang bisa langsung Anda pakai buat rencana
perjalanan.
Ada Berapa Geopark UNESCO
di Indonesia Sekarang?
Per 2025,
Indonesia resmi punya 12 kawasan yang berstatus UNESCO Global Geoparks (UGGp).
Status ini bukan sekadar label wisata, tapi pengakuan internasional atas
warisan geologi yang dikelola lewat pendekatan konservasi, edukasi, dan
pembangunan berkelanjutan.
Berikut
daftar lengkapnya berdasarkan tahun pengakuan:
- Geopark Batur, Bali (2012) -
kaldera ganda dan danau vulkanik.
- Geopark Gunung Sewu,
DIY-Jateng-Jatim (2015) - karst tropis klasik.
- Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,
Jawa Barat (2018) - lanskap tektonik dan air terjun.
- Geopark Rinjani-Lombok, NTB
(2018) - gunung api aktif dengan savana luas.
- Geopark Kaldera Toba, Sumatera
Utara (2020) - kaldera raksasa bekas supervolcano.
- Geopark Belitong, Bangka
Belitung (2021) - formasi granit eksotis.
- Geopark Merangin, Jambi (2023)
- fosil flora purba usia 296 juta tahun.
- Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi
Selatan (2023) - karst dan gua prasejarah.
- Geopark Ijen, Jawa Timur (2023)
- kawah asam dan blue fire.
- Geopark Raja Ampat, Papua Barat
(2023) - surga bawah laut sekaligus geologi.
- Geopark Meratus, Kalimantan
Selatan (2025) - pegunungan tertua di Kalimantan.
- Geopark Kebumen, Jawa Tengah
(2025) - dijuluki "The Mother Earth of Java".
Kalau Anda
penasaran detail tiap geopark dan apa yang membuatnya istimewa di mata UNESCO,
saya sudah bahas tuntas satu per satu di artikel daftar geopark dunia di
Indonesia beserta keistimewaannya, jadi tinggal lanjut baca ke sana kalau
mau versi lengkapnya.
Geopark Mana yang Cocok
untuk Trip Singkat Akhir Pekan?
Kalau cuma
punya waktu sehari dua hari, tiga geopark ini paling realistis dikunjungi tanpa
harus cuti panjang.
Geopark
Gunung Sewu membentang
dari Gunungkidul, Wonogiri, sampai Pacitan. Tiket masuknya cuma Rp5.000 dan
areanya buka 24 jam. Anda bisa mampir ke Museum Karst Wonogiri, museum karst
terbesar se-Asia Tenggara, lalu lanjut menyusuri sungai bawah tanah pakai
perahu di Gua Sodong, main air di Air Terjun Sri Gethuk, atau ke Pantai Klayar
yang pasirnya keemasan.
Museum
Geopark Batur di
Kintamani, Bali, cocok untuk yang mau wisata edukasi santai. Tiketnya Rp20.000
untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak. Buka Senin sampai Kamis pukul 08.00-16.00
WITA, Sabtu-Minggu 08.00-14.00 WITA, tutup Jumat dan hari libur nasional.
Geopark
Kebumen berpusat di
Karangsambung, sekitar 20 km dari pusat kota Kebumen, ditempuh 35 menit. Di
sini terbentuk dari pertemuan lempeng Samudra Hindia dan Benua Asia.
Wajib
mampir ke Goa Jatijajar sepanjang 200 meter, Situs Watu Kelir yang bentuknya
menyerupai wayang, dan Bukit Pentulu Indah untuk lihat sunrise dengan latar
Gunung Sumbing-Sindoro.
Bagaimana Rute Terbaru
Menuju Geopark Ciletuh?
Jawabannya:
sekarang jauh lebih singkat lewat jalur Cikidang. Dulu perjalanan dari Jakarta
atau Bogor bisa memakan 6,5 jam via rute lama Sukabumi dengan jarak 71 km.
Sekarang
jaraknya cuma 33 km dan bisa ditempuh 4 jam saja. Caranya:
- Keluar di Tol Ciawi atau tol
baru Bocimi.
- Lewati Jalan Raya Benda menuju
pertigaan Pamuruyan.
- Pilih jalur Cikidang (tajam dan
berjurang tapi hemat 1,5 jam) atau jalur Cibadak (landai tapi ramai).
- Dari Simpang Loji
Pelabuhanratu, ambil jalur kanan ke Cibutun lewat jembatan baru Muara
Cisaar.
Sepanjang
rute ini Anda akan disuguhi pemandangan pesisir, lalu disambut Puncak Darma di
Kecamatan Ciemas sebagai penanda gerbang kawasan geopark, sebelum tiba di
Pantai Palangpang yang jadi pusat Ciletuh.
Kenapa Geopark Toba dan
Maros-Pangkep Layak Masuk Daftar?
Karena
keduanya menawarkan pengalaman yang tidak bisa Anda dapat di tempat lain di
Indonesia.
Di Geopark
Kaldera Toba, pusat informasinya ada di Parapat atau Sigulati (Samosir)
dengan desain modern berpadu ornamen Gorga khas Batak. Di sana ada galeri
visual dan teater audio visual yang menjelaskan letusan dahsyat gunung api Toba
74.000 tahun silam, yang bahkan sempat memicu kepunahan massal populasi manusia
purba. Setelah itu, lanjut ke Air Terjun Sipiso-piso setinggi 120 meter atau
glamping di The Kaldera Nomadic Escape.
Di Geopark
Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, ada beberapa spot yang saling melengkapi:
- Pegunungan Karst Maros, karst
terbesar dan terindah kedua di dunia setelah China.
- Rammang-rammang, menyusuri
sungai pakai perahu jolloro di bawah tebing karst.
- Taman Purbakala Leang-leang,
ada lukisan telapak tangan purba di dinding gua.
- Taman Kupu-Kupu Bantimurung,
habitat sekitar 240 spesies kupu-kupu.
Apa Bedanya Geopark dengan
Cagar Alam?
Ini
pertanyaan yang sering bikin wisatawan salah kaprah, dan penting dijawab
sebelum Anda nekat merencanakan trip. Geopark itu terbuka untuk wisata,
sedangkan cagar alam justru dilarang keras untuk rekreasi.
Saya sudah
bahas detail perbedaannya, termasuk kenapa Pulau Sempu tidak boleh dikunjungi
untuk piknik, di artikel perbedaan geopark dan cagar alam yang wajib
dipahami sebelum merencanakan trip.
Kalau Anda
tipe yang suka riset dulu sebelum jalan, artikel itu penting dibaca supaya
tidak salah pilih destinasi.
Kalau Mau ke Geopark Ijen,
Aksesnya Lewat Mana?
Ada dua
jalur utama, lewat Banyuwangi via Licin-Paltuding atau lewat Bondowoso via
Sempol-Paltuding. Ijen ini istimewa karena punya danau kawah paling asam di
dunia dan fenomena blue fire yang langka.
Saya sudah
rincikan biaya DAMRI, tarif ojek, sampai spot tersembunyi seperti Kawah Wurung
dan Batu So'on Solor di artikel cara menuju Geopark Ijen Banyuwangi lengkap
dengan spot yang jarang diketahui wisatawan. Kalau Ijen masuk radar liburan
Anda, itu bacaan wajib sebelum berangkat.
Apa Saja yang Wajib Dibawa
Saat Wisata ke Geopark?
Barang
wajib ini penting karena medan di kawasan geopark bervariasi, dari gua sampai
savana terbuka. Mengutip panduan dari National Park Trust, berikut 10 barang
yang sebaiknya selalu ada di tas Anda:
- Alat navigasi, peta fisik atau
kompas cadangan.
- Air minum yang cukup untuk jaga
hidrasi.
- Snack tinggi protein atau
energy bar.
- Pakaian tambahan yang cepat
kering.
- Korek atau pemantik untuk
kondisi darurat.
- Kotak P3K berisi perban dan
antiseptik.
- Pisau lipat atau alat
multi-fungsi.
- Senter atau headlamp untuk
medan gelap dan gua.
- Sunblock, kacamata hitam, dan
topi.
- Tenda ringan, tarp, atau
selimut penghangat darurat.
Jangan
remehkan daftar ini. Saya pernah lihat sendiri rombongan yang batal masuk gua
karena tidak bawa senter cadangan, padahal sudah jauh-jauh datang.
Kenapa Geopark Run Series
Makin Ramai Diperbincangkan?
Karena
pemerintah sedang serius mendorong sport tourism di kawasan geopark, bukan
sekadar wisata pasif lihat pemandangan. Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri
Wardhana, menyampaikan pandangannya soal ini:
"Geopark
Run Series bukan sekadar ajang lari, melainkan sarana promosi destinasi geopark
sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan
pariwisata. Sport tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar
bagi Indonesia. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga
memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
melalui sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM."
Jadi jangan
kaget kalau ke depan makin banyak event lari, sepeda downhill, sampai turnamen
internasional yang digelar di area-area geopark seperti Ijen.
![]() |
| Air terjun Ciletuh, kawasan geopark Palabuhanratu Jawa Barat | Sumber: Google Maps |
Bagaimana Sebaiknya
Merencanakan Trip Geopark Pertama Anda?
Kalau baru
pertama kali, saya sarankan pilih satu geopark yang paling dekat dari domisili
Anda dulu. Jangan langsung ambisius keliling 12 sekaligus, capek sendiri dan
uangnya juga jebol.
Cek dulu
musim, siapkan barang wajib di atas, dan pastikan Anda paham medan yang akan
dilewati, apakah butuh trekking berat atau cukup jalan santai. Detail teknis
semacam ini yang sering luput padahal krusial buat kenyamanan perjalanan.
Dua belas
geopark UNESCO di Indonesia membuktikan negeri ini bukan cuma indah, tapi juga
punya cerita geologi kelas dunia.
Mulai dari
yang paling terjangkau macam Gunung Sewu sampai yang butuh perencanaan matang
macam Ciletuh, semua bisa dinikmati asal Anda siapkan riset dan perlengkapan
yang tepat.
DAFTAR
SUMBER
- detikNews - Geopark di Indonesia yang
Diakui UNESCO, Ini Daftar Terbaru 2025
- Detik Travel - 10 Barang yang Wajib Dibawa
Saat Wisata di Alam Bebas
- Dana Mitra Lingkungan (DML) - Indonesia Resmi Memiliki 12
UNESCO Global Geoparks



